Pagi yang cerah,…..
Adit kecil menghampiri kakeknya yang sedang asyik memandikan kucing kesayangannya ..

Adit kecil tak habis pikir, kenapa ya kakeknya sayang betul sama kucingnya itu, tiap pagi dimandikan, dikasih makan secara teratur ..

“Haaaaaaaa” ..
“Innalillalaahi wa inna ‘ilaihi rooji’un” .. si kakek terpekik kaget
“Aduh Adit, kamu ini ngagetin kakek saja”
Adit tergelak dan dengan manja bergelandotan di bahu kakeknya

“Kenapa sih kek, kok sayang betul sama kucingnya ?”
“Iya, ini kucing pinter, sering betul menangkap tikus yang mau makan ikan nenekmu di dapur” …
“Ooo, itu doang kek ?”
“Iya itu aja, kucing itu kan buat nangkep tikus, jadi kalau nggak pinter nangkep tikus ya ndak bakal kakek sayang kucingnya”
“Itu kucing tetangga ada yang bagus lho kek, bulunya tebal, gemuuuk sekali”, si Adit ikut ikutan ngelus si kucing ..
“Iya tapi ndak bisa bunuh tikus itu kucingnya, buat apa dipelihara kalau nggak bisa bunuh tikus … ndak berguna”

“Ooo .. ” Adit manggut manggut kayak orang tua ..
“Kita hidup juga musti begitu Adit .. musti sesuai dengan tujuan kita ..”
“Memang tujuan kita apa kek ?” timpal Adit menengadah melihat wajah kakeknya
“Ya tujuan kita hidup ini kan buat beribadah sama Allah .. jadi kita musti kayak kucing tadi, kalau tujuannya buat nagkep tikus ya musti pinter nagkep tikus, kalau nggak ya kita tidak berguna sebagai kucing, begitu juga hidup kita ini, kalau kita tidak bisa beribadah dengan betul, ya buat apa hidup ..
walaupun kucingnya gemuk, mahal kalau tidak bisa nyari tikus ya percuma, begitu juga kita, meskipun kita berpangkat, dihargai orang, punya uang banyak, pakaian mahal, makan selalu makan yang lezat lezat, otak kita encer, jabatan tinggi .. tapi kalau kita tidak mau beribadah ya kita ini tidak berguna Dit”

“Tidak penting warna kucingnya apa, dari jenis apa, yang penting bisa bunuh tikus ndak ? ”
“Tidak penting suku kita ini apa, warna kulit kita apa, nasabnya bagus atau tidak, yang penting bisa dan mau beribadah dengan betul tidak ?”

“Emang ibadah yang betul itu seperti apa sih kek ?”
“Ya niatnya musti ikhlas karena Allah, dan caranya musti mengikuti cara rasul Dit”

“Adit kan rajin puasa pas Romadhon kek ?”
“Iya, bagus, tapi sehabis Romadhon musti lebih rajin lagi, jangan hanya beribadah pas bulan Romadhon saja, habis Romadhon trus meninggalkan ibadah, itu namanya Adit menuhankan bulan Romadhon, bukan menuhankan Allah, itu tidak boleh ..”

“Ooo gitu ya kek …” ..
“Iya Dit” ….

From The Desk of Hilal