Tidur lebih awal merupakan sunnah Rasulullah yang mulai dilupakan kaum muslimin. Kebanyakan mereka bergadang hingga larut malam untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Mereka ngobrol, nongkrong, nonton TV dan melakukan perbuatan lahwun (sia-sia) lainnya.

Rasulullah pun membenci pembicaraan yang tidak ada gunanya setelah Isya’. Beliau menganjurkan umatnya menyegerakan tidur di malam hari. Agar dapat bangun malam dan melaksanakan shalat tahajud dengan penuh semangat. Diriwayatkan dari Abu Barzah, dia berkata :

“Rasulullah suka mengakirkan shalat Isya’. Dan beliau tidak suka tidur sebelum Isya’ dan berbincang-bincang setelahnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Jadi tidak ada pembicaraan setelah Isya’, kecuali kalau ada kebutuhan yang mendesak dan tidak bisa ditingguhkan lagi. Ini diharapkan kaum muslimin dapat melaksanakan ibadah di malam hari dengan penuh semangat. Selain Islam menganjurkan untuk shalat di tengah malam yang banyak keutamaannya, Islam juga memberi jalan bagaimana agar kita mudah bangun malam.

Segala sesuatu perbuatan ada aturan dan adab-adab yang harus dipatuhi, agar mendapat faedahnya. Begitu pula dengan tidur. Tidur merupakan suatu kegiatan yang dilakukan seseoarang untuk melepaskan lelah karena telah beraktivitas seharian. Agar tidur pun terasa nyaman dan bangun dengan rasa segar, berikut adab-adab tidur :

  1. Berwudhu sebelum tidur. Merupakan sunnah Rasulullah. Ini berdasarkan hadits : “Nabi SAW bersabda kepada Al Bara’ bin ‘Azib RA: “Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka berwudhulah seperti wudhu untuk shalat, kemudian berbaringlah di atas lambungmu yang kanan …” (Mutafaqun’alaihi : 6311, 6882).
  2. Berbaring di atas lambung kanan, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits di atas. Berkenaan tidur di atas lambung yang kanan Ibnu Qayyim Al Jauzi menerangkan : “Tidurnya Rasulullah pada lambung sebelah kanannya mempunyai rahasia, yaitu karena hati terletak pada lambung bagian kiri, jika beliau tidur pada lambung sebelah kiri maka tidurnya akan pulas karena pada waktu itu keadaan hati sedang istirahat sehingga tidurnya menjadi pulas. Jika beliau tidur pada lambung sebelah kanan, maka hatinya menjadi khawatir dan tidurnya tidak pulas. Karena itu para dokter menganjurkan orang tidur pada lambung kirinya, agar dia dapat santai sepenuhnya dan pulas tidurnya. Tapi menganjurkan orang tidur pada lambung kanannya, agar tidurnya tidak pulas dan dapat menjalankan qiyamul lail. Tidur pada lambung kanan lebih bermanfaat bagi hati, sedang tidur pada lambung sebelah kiri lebih bermanfaat bagi tubuh.” (Zaadul Ma’ad, Ibnu Al Qayyim).
  3. Membaca doa dan dzikir sebelum tidur. 1) Doa sebelum tidur, “Bismika Allahumma Ahya Wabismika Amuut (Dengan menyebut nama-Mu Ya Allah, aku hidup (bangun) dan mati (tidur).” 2) Sebelum tidur hendaklah membaca dzikir yang telah diajarkan oleh Rasulullah, yaitu : a) Membaca surat Al Ikhlas dan Al Mu’awidzatain (surat Al Falaq dan An Nas). Ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari ‘Aisyah : “Dari Aisyah sesungguhnya Nabi SAW jika pergi ke tempat tidurnya setiap malam mengumpulkan dua telapak tangannya kemudian meniup ke kedua telapak tangannya dengan membacakan di dalamnya : “Qul huwallau ahad, Qul a’udzubirabbil falaq, dan Qul a’udzubirabbin nas.” Kemudian mengusapkan seluruh tubuh sebisanya, dimulai dari atas kepala, wajah dan bagian depan dari badannya, beliau melakukan itu sebanyak tiga kali.” (HR. Al Bukhari). b) Membaca ayat kursi. Ini berdasarkan sabda Nabi : “Barangsiapa membacanya (ayat kursi) ketika ia akan tidur, maka ia dijaga (dilindungi) oleh Allah dan tidak akan didekati oleh setan sampai subuh.” (HR. Al Bukhari). c) Membaca dua ayat terakhir surat Al Baqarah. Sabda Rasulullah : “Barangsiapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al Baqarah di malam hari, maka telah cukup baginya.” (Al Bukhari). Maksud dari “cukup” adalah telah cukup baginya dari qiyamul lail, cukup (menangjal) dari godaan setan, dari penyakit dan ada kemungkinan dari seluruhnya.
  4. Membaca doa setelah tidur.
  5. Berwudlu dan melaksanakan shalat setelah tidur. Merupakan amalan sunah yang dicontohkan Rasulullah. Ketika manusia dalam keadaan tidur setan membelenggunya dengan tiga ikatan. Setiap ikatan itu berkata : “Tidurlah kamu dengan tidur yang panjang”, maka tidurlah ia. Ikatan pertama akan lepas bila dia bangun dan berdoa. Ikatan kedua akan lepas bila ia berwudhu. Dan ikatan terakhir akan lepas bila melaksanakan shalat. Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda : “Setan mengikat tengkuk seeorang ketika tidur dengan tiga ikatan dan pada setiap ikatan setan berkata : “Tidurlah kamu dengan tidur yang panjang.” Apabila ia bangun dan berdzikir kepada Allah terlepaslah satu ikatan. Apabila ia berwudlu maka lepaslah satu ikatan lagi. Dan apabila ia shalat maka terlepaslah ikatan yang terakhir. Sehingga ia menyambut waktu paginya dengan semangat dan jiwa yang bersih. Jika tidak demikian maka ia memasuki waktu paginya dengan jiwa yang buruk dan penuh dengan kemalasan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Sumber : Buku : Tahajud, Sungguh Ajaib. Karangan M. Yazid Nuruddin. insanmedia publishing