Beberapa hari yang lalu adalah hari yang bener-bener membuat keluargaku dan keluarga masQ shock. Entah ada angin apa, tiba-tiba ada keputusan yang mendadak dari pihak masQ, yaitu pernikahan mendadak yang akan dilangsungkan 2 minggu ke depan. Yang tanpa ada persiapan yang matang. Aku bingung untuk menyampaikan hal ini kepada keluargaku, bagaimana aku menyampaikannya? Apa kata keluarga, saudara, dan teteangga-tetanggaku? Mereka pasti akan menilai diriku ini yang bukan-bukan. Semua rencana itu yang dibuat oleh paman masQ, benernya sih bukan paman persisnya (bukan adik dari ayahnya). Tanpa musyawarah dan ngomong-ngomong dulu dengan keluarga masQ dan keluargaku, tiba-tiba dia mengajak keluarga masQ untuk berkunjung ke rumahku malam itu juga. Orang tuaku di rumah benar-benar kaget mendengar berita itu. Apalagi setelah sampai disana, setelah mendengar apa yang disampaikan oleh pamannya, kalau aku dan masQ harus menikah pada akhir bulan ini atau tanggal 2 juni mendatang. Jelas-jelas dari pihak keluarga tidak ssetuju dengan adanya acara pernikahan yang mendadak ini. Lagi pula ayahku juga tidak bisa pulang pada tanggal tersebut. Ayahku tidak dapa cuti dan tidak dapat menjadi wali untukku. Akhirnya dengan segala upaya aku dan keluargaku mencoba menjelaskan kepada keluarga masQ, alhamdulillah mereka dapat mengerti keadaan keluargaku. Terima kasih untuk segala pengertiannya, dan bersedia menunda acara pernikahan ini kurang lebih 2 bulan ke depan. Tapi dengan 2 konsekuensi, pertama, pamannya tidak akan membantu apa-apa yang berhubungan dengan hubunganku dengan masQ, kedua, secara tidak langsungmasQ harus rela melepas pekerjaannya dan mencari pekerjaan yang lebih baik. Semoga dia dapatkan pekerjaan lain yang lebih baik dari sekarang ini, amiiieen.

Jujur, aku bangga padamu, karena berani mengakui kesalahanmu dan bisa mengambil keputusan berdasarkan hati nuranimu sendiri. Karena kelak, engkau-pun akan menjadi kepala keluarga yang harus bisa memberikan keputusan kepada keluargamu kelak dan menjadi tauladan bagi istri dan anak-anakmu, menjadi panutan, memiliki kharisma seorang pemimpin. Semoga engkau menjadi kepala keluarga yang sholeh bagi keluargamu dan aku bisa menjadi istri yang sholehah bagi keluargaku, amiiieen. Terima kasih buat semuanya, buat pengorbanan dan perjuanganmu untuk hubungan kita yang akan menjadi hubungan yang lebih baik, hubungan yang mendapat ridlo, rahmat, berkah, dan karuniaNya. Semoga renacana baik kita mendapat kemudahan dan kelancaran hingga saatnya tiba. Semoga kelak keluarga kita menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warrahmah amiiieen.

images125Pernikahan itu adalah hal yang sakral, hal yang begitu membekas di hati. Karena itu harus dipersiapkan dengan baik. Persiapan tidak selalu melulu materi dan materi. persiapan dasar yang harus dipersiapkan antara lain persiapan mental dan psikologis (agar dapat mengatasi segala masalah yang akan dihadapinya kelak di dalam keluarganya), persiapan fisik (fisik harus sehat agar dapat menjalankan hak dan kewajibannya di dalam rumah tangga dengan baik), persiapan materi (matri yang dipersiapkan tidak harus banyak atau kaya, minimal bisa untuk mencukupi kebutuhan keluarga, mau berusaha dan bekerja keras untuk menafkahi keluarganya), persiapan ilmu pengetahuan (agar dapat membimbing keluarga dengan baik menuju jalan yang diridloi oleh Allah SWT). Seoarang calon suami tidak hanya harus mampu menafkahi istri dan akan-anaknya, tapi juga harus mampu membimbing istrinya dan bertanggung jawab kepada istri dan anak-anaknya. Karena tanggung jawab orang tua istri dipindahkan ke sang suami. Seoarang calon keluarga harus mempunya kharisma kepemimpinan yang cukup agar dapat memimpin keluarganya dengan baik.

Ya Allah ya Tuhanku, berikanlah kemudahan dan kelancaran untuk dapat menjalankan niat suci ini dengan baik, sesuai dengan perintahMu. Ridloilah hamba untuk membuka lembaran baru bersamanya, lembaran baru yang akan membawa hamba pada kehidupan baru, dunia baru, dan semua hal yang baru, termasuk masalah baru dalam rumah tangga, semoga kami dapat menghadapinya dengan sabar, tabah dan mampu menghadapinya. Amiiien ya rabbal ‘alamin ………