Apakah salah aku meiliki raut wajah seperti ini?

Apakah salah aku memiliki paras wajah seperti ini?

Kenapa selalu penampilan luar saja yang dinilai?

Kenapa menilai seseorang hanya dari melihat raut wajahnya saja, tanpa tahu keseharian dan kepribadiannya?

Apa salah jika aku terkadang lupa? Bukankan lupa itu memang fitrah dari manusia. Aku lupa juga gak setiap hari, gak setiap saat.

Aku tak pernah meminta untuk diberikan wajah seperti ini. Jika aku boleh meminta, aku ingin memiliki wajah yang tampak ramah dan selalu tersenyum walau sebenarnya tidak tersenyum, hanya biasa saja. Wajahku memang seperti ini, wajah ini pemberianNya, anugerah dariNya, mataku-pun seperti ini apa adanya. Walau aku bersikap biasa saja, melihat seperti biasa, tapi mengapa mereka selalu menganggapnya aku cemberut, jutek, melotot atau tidak ramah? Wajahku memang seperti ini, walau aku bersikap biasa saja, mereka selalu menganggapnya aku jutek, padahal “nggak” , walau aku menatap biasa saja, mereka menganggapnya aku melotot, walau aku hanya sekedar melirik, mereka menganggapnya aku mengawasi dengan tatapan yang tidak enak. Memang aku akui, kebanyakan temanku mengatakan mataku tajam, tatapan mataku tajam, menakutkan. Itu bukan pilihanku, bukan keinginanku, itu anugerah, pemberian dariNya. Apakah aku salah jika aku memiliki raut wajah yang seperti ini? Apakah aku salah jika memiliki mata yang tajam? Apakah aku harus protes kepadaNya atas pemberianNya ini? Apakah aku harus marah padaNya.

Mengapa aku sudah bersikap biasa-pun mereka selalu menganggapku seperti itu?????????????????? Menganggapku tidak ramah, jutek, cemberut????????????? Mengapa???????????????? Apakah salah aku memiliki wajah seperti ini??????????? Aku gak minta untuk diberikan wajah seperti ini  !!!!!!!!!!!!!!!!!

Apakah penilaian terhadap diriku udah seburuk itu jika aku memiliki wajah yang seperti ini? Apakah mereka yang memiliki wajah manis dengan senyum menawan sudah pasti memiliki akhlak yang baik pula? Wah enak betul, jika segala sesuatu hanya dinilai dari luarnya saja. Mereka yang memiliki wajah manis, tampan, senyum menawan belum tentu hatinya sacantik dan setampan rupanya, dan berakhlak baik. Banyak wajah-wajah seperti itu yang menipu, bermuka dua, luarnya bagus, dalemnya busuk; layaknya buah kedondong yang mulus hanya di luarnya saja, dalamnya berduri.

Aku tak mengapa memiliki wajah seperti ini, yang penting aku jujur, masih punya etika, masih punya akhlak, masih mau menjalankan perintahNya, masih beribadah. Aku bersyukur memiliki wajah seperti ini, karena ini adalah anugerahNya, pemberianNya. Aku bersyukur aku masih punya Agama, masih bisa beribadah kepadaNya. Wajah cantik, tampan, senyum menawan tapi tak pernah beribadah, tak pernah sholat apa gunanya????