Pernikahan bukanlah akhir dari kisah cinta, melainkan awal dari kehidupan baru yang akan banyak melewati krikil-krikil kehidupan, bahkan batu yang siap merintngi dalam setiap perjalannya.

Kebersamaanku dengannya tlah berkurang setahun, karena tanggal 9 Maret 2011 kemarin tepat setahun pernikahanku. Setahun sudah aku hidup bersama seorang pilihanku, setahun sudah aku memulai hidup baru dengannya. Begitu banyak cerita yang tlah tertulis di dalamnya, suka duka kami lalui bersama, krikil pun sempat menerjang, tapi Alhamdulillah kami dapat melewatinya. Aku berharap tahun ini, tepat pada hari jadi yang pertama dapat memberikan kado terindah untuk suamiku tercinta, yaitu aku hamil. Aku sudah sempat telat 6 hari, aku sudah merasa senang, dan berharap-harap cemas. Pikirku nanti kalau telat seminggu akan aku periksakan. Namun, kenyataan berkata lain, mungkin Allah memang belum memberikan kepercayaan kepada kami untuk memiliki seorang buah hati. Aku sendiri-pun kecewa, sudah sering aku telat datang bulan, namun akhirnya selalu gagal dan gagal lagi. (Ya sudahlah, sabar dan ikhtiar lagi🙂 )

Semoga ke depan kita bisa lebih sabar lagi dalam menjalani rumah tangga kita ini. Semoga segala harapan kita dapat terwujud satu persatu, dan dapat berjalan dengan lancar. Semoga mas, bisa menjadi suami yang sholeh untukku, menjadi ayah yang sholeh bagi anak-anak kita, menjadi kepala keluarga yang bijaksana, sabar, kuat, tabah, ikhlas, dan selalu bersyukur atas apa yang tlah dimiliki, yang tlah dibeikanNYA kepada kita selama ini, serta selalu ingat kepadaNya. Sebagai istri aku tak meminta banyak, hanya ingin mas menjadi imam yang sholeh, imam yang baik buat keluarga kita. Amiiin🙂

Maaf buat segala tingkahku yang kurang berkenan selama setahun ini, karena aku hanyalah manusia biasa yang tak sempurna, yang tak luput dari kesalahan, yang selalu menginginkan yang terbaik untukku, untukmu, dan semuanya. Aku ingin menjalani hidup ini bersamamu hingga akhir nanti, aku inin hidup bahagia denganmu selamanya. Kebahagiaan tidak diukur dari seberapa banyak harta yang kita miliki, tapi kebahagiaan berasal dari hati kita, dari keinginan kita untuk hidup bahagia atau tidak. Dapat hidup bersamamu, aku sudah merasa senang, karena aku percaya kau adalah pilihan yang tepat untukku. Aku sudah merasa bahagia walau hidup sederhana, selama kita masih bisa mengingatNya, masih bisa beribadah dengan baik. Apalah guna hidup bergelimang harta, namun lupa padaNya, hidup gak akan bahagia dan tenang, karena semua itu hanyalah fana, dunia ini fana.